From Icha
Dimalam yang
sunyi ini, aku hanya mampu menahan sakitku sendiri, sakit yang tak mampu
terobati dengan obat apapun, terdiam dibalik derita, tak mampu bergurau, semua
serba tidak enak, aku baru sadar saat berada jauh dari dekapmu, ternyata aku
tak mampu memunafikkan diriku bahwa sebenarnya aku sungguh tak bisa hidup
tanpamu, tapi saat ini mungkin kamu tak lagi sama, bahkan ogah untuk menanyakan
keadaanku, mungkin kamu terlarut dalam kebahagiaan dengan orang yang berada
dekat denganmu, sampai-sampai kamu selalu mengabaikanku dan menganggap bahwa
aku hanylah sosok terang dalam gelapmu, dan saat ini kamu telah berada dalam
terang sedang aku selalu merasakan kegelapan yang berlarut, biarlah bagiaku dan
bahagiamu menjadi milik kita berdua dan
dukaku menjadi dukaku sendiri, mungkin akulah yang terlalu posesif terhadap
kamu, harapanku yang begitu besar terhadapmu biarlah terpendam dalam lara,
karena tanpa aku sadari kau telah memupuskan harapanku terhadapmu, semoga diri
selalu dalam kebahagiaan, aku hanya mampu menunggu dalam tumpukan rindu,
menunggu waktu yang tepat sampai kau membawa sinar dalam gelapku yang semakin
sunyi dan penuh derita ini.
Dear
Tidak ada komentar:
Posting Komentar