Di malam yang sesunyi ini, hujan kembali membasahi
permukaan, tetes demi tetes mulai berjatuhan bahkan tak dapat terhitungkan
dengan jari tangan, begitu hebatnya hujan, menghentikan langkah jutaan manusia,
dalam suasana hujan yang sunyi ini, kembali ku teringat paras wajahmu, menanti
hadirmu ditengah redupnya bola lampu yang meracuni kegelisahanku, temani sepi
yang mengendap, bahkan hujanpun mampu menutupi air mataku, aku rela
menghabiskan waktu dengan hujan, karena ia mengerti inginku dan paham akan
keadaanku, aku selalu bahagia saat hujan turun, karena tak satupun yang
mendengar teriakan kerinduanku, tak satupun yang melihat tetesan air mataku,
hujan hadirlah selalu dalam hidupku temaniku dalam gelap,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar